Catatan Umi Yayi
Hanya seorang ibu dari 2 orang putra dan 1 putri , yang selalu berusaha untuk selalu bahagia
Senin, 03 Oktober 2016
Jumat, 20 Maret 2015
CerPen : Tentang Aku ~mahligai cinta~
Seperti kata orang , menikah itu ibarat berjudi ( maaf ) ,
Kenapa , karena kadang kadang menang , kadang kadang kalah. Yang menang berarti bahagia , sedangkan yang kalah harus menerima kekalahannya dengan menanggung segala kesedihan , kecewa , merasa tertipu , dan larut dalam kedukaannya.
Tapi , pernikahan itu adalah lebih baikndari satu perjudian , malah ia lebih pantas di panggil suatu ujian. Ujian di antara kemanisan dan kepahitan dalam cerita kehifupan. Kadang manis yang di rasakan tidak selama nya.
Sehari dua hari di ganti dengan kepahitan. Untuk menikmati lagi manis nya semula , terpaksa harus berkorban menelan kenyataan yang pahit. Bahkan untuk mengobati nya kadang tiada obat sama sekali. Sehingga ikatan pernikahan yang katanya suci itu pun harus di putuskan. Untaian kasih sayang yang terajut , dengan berat hati harus di lerai kan.
Banyak sekali pasangan yang mendirikan rumah tangga jahat tentang alam pernikahan itu sendiri. Jahat tentang niat dan maksud pernikahan itu sendiri. Ada yang beranggapan , melalui pernikahan nafsu mudah di lampiaskan. Merasa sudah halal, jadi tak perlu ada yang di risaukan. Tentang maksud nya menikah dan apa tujuan nya menikah sudah tidak di perdulikan. Bahkan sampai terjadi ada nya Kekerasan Dalam Rumah Tangga pun tak pertimbangkan.
Bahkan ada yang tidak tau bagaimana caranya untuk melangsungkan pernikahan yang benar benar menetapi kehendak ALLAH subhana watta'alla dan ROSUL NYA s.a.w.
Mereka memilih pasangan hanya berdasarkan paras rupa dan berlandaskan nafsu. Dan menikah pun karena terbawa nafsu.
Bila semua berawal dari nafsu , dan dengan pedoman yang keliru, maka begitunjuga seterus nya. Bahtera rumah tangga itu berlayar dalam gelora nafsu yang bergejolak. Dalam rumah tangga sering berbeda pendapat , yang sebernar nya bermula dari hal sepele, karena menurutkan nafsu amarah keluar, dan akhirnya terjadi pertengkaran.
Hendak menyalahkan siapa ? Mau menyalahkan istri yang tak mau mengalah ?
Mau menyalahkan suami yang keras kepala ? Atau mungkin mau menyalahkan atas nama keluarga sebelah pihak ?
Suami tak tau tanggung jawab nya sebagai seorang suami.
Sedangkan si istri pula tak tau tugas nya sebagai istri.
Jika sudah mempunyai anak , maka anak anak lah yang menjadi sasaran. Anak anak menjadi mangsa dari kelakuan ibu dan bapak nya. Bahkan terkadang dengan lahir nya anak , malah itu yang jadi permasalahan. Apakah anak minta di lahirkan ?
Jika bukan karena ulah ibu bapak , maka tidak akan pernah ada anak yang terlahir di dunia.
Suami pula kadang asyik dengan dunia nya sendiri.bahkan kadang lupa tugas nya yang dia sudah mempunyai istri dan keluarga. Di anggap nya dia bujang lagi. Anak dan istri di biar kan terkatung katung tanpa kasih sayang, anak anak di biarkan tanpa bimbingan agama. Anak anak membesar danntumbuh tanpa kasih sayang yang sempurna.tanpa panduan dan pendidikan yang jelas. Si anak pun mencari jati diri nya sendiri, hingga tersalah jalan , mencari arah kehidupan yang di ingini sesuka hati ,membentuk pribadi yang kadang tersalah arti. Hendak harap kan ibu bapak nya , ibarat nya seperti memanggang yangnjauh dari api. Sebab orang tua nya tidak memahami apa yang di ingin kan oleh si anak. Dan orang tua juga tidak memahami apa tugas nya sebagai orang tua. Akibatnya anak menjadi mangsa keadaan, yang sama sekali tidak pernah di harap kan oleh si anak.
Yang paling parah nya, mereka tidak tau tujuan rumah tangga nya. Untuk apa menjalani pernikahan itu , untuk apa menjalani kehidupan bersama ?
Sehingga lupa bahwa bahwa ikatan pernikahan itu suci dari segi agama. Yang menjadikan nya suci , senab adanya syarat dalam pernikahan itu sendiri. Agama memberikan garis panduan dan syarat untuk menikah. Agar Agama dan pribadi yang menikah dapat terpelihara.
Jadi agama itu penting , agama bisa membimbing bagaimana dan kemana arah tujuan keluarga dan pribadi itu sendiri. Letak kan agama dalam memelihara anggota keluarga. Dalam berbagai masalah ingat agama dan ALLAH , sehingga terpelihara juga dalam hal hal kebaikan dalam rumah tangga.
~ Salam santun dari keluarga ~
Kenapa , karena kadang kadang menang , kadang kadang kalah. Yang menang berarti bahagia , sedangkan yang kalah harus menerima kekalahannya dengan menanggung segala kesedihan , kecewa , merasa tertipu , dan larut dalam kedukaannya.
Tapi , pernikahan itu adalah lebih baikndari satu perjudian , malah ia lebih pantas di panggil suatu ujian. Ujian di antara kemanisan dan kepahitan dalam cerita kehifupan. Kadang manis yang di rasakan tidak selama nya.
Sehari dua hari di ganti dengan kepahitan. Untuk menikmati lagi manis nya semula , terpaksa harus berkorban menelan kenyataan yang pahit. Bahkan untuk mengobati nya kadang tiada obat sama sekali. Sehingga ikatan pernikahan yang katanya suci itu pun harus di putuskan. Untaian kasih sayang yang terajut , dengan berat hati harus di lerai kan.
Banyak sekali pasangan yang mendirikan rumah tangga jahat tentang alam pernikahan itu sendiri. Jahat tentang niat dan maksud pernikahan itu sendiri. Ada yang beranggapan , melalui pernikahan nafsu mudah di lampiaskan. Merasa sudah halal, jadi tak perlu ada yang di risaukan. Tentang maksud nya menikah dan apa tujuan nya menikah sudah tidak di perdulikan. Bahkan sampai terjadi ada nya Kekerasan Dalam Rumah Tangga pun tak pertimbangkan.
Bahkan ada yang tidak tau bagaimana caranya untuk melangsungkan pernikahan yang benar benar menetapi kehendak ALLAH subhana watta'alla dan ROSUL NYA s.a.w.
Mereka memilih pasangan hanya berdasarkan paras rupa dan berlandaskan nafsu. Dan menikah pun karena terbawa nafsu.
Bila semua berawal dari nafsu , dan dengan pedoman yang keliru, maka begitunjuga seterus nya. Bahtera rumah tangga itu berlayar dalam gelora nafsu yang bergejolak. Dalam rumah tangga sering berbeda pendapat , yang sebernar nya bermula dari hal sepele, karena menurutkan nafsu amarah keluar, dan akhirnya terjadi pertengkaran.
Hendak menyalahkan siapa ? Mau menyalahkan istri yang tak mau mengalah ?
Mau menyalahkan suami yang keras kepala ? Atau mungkin mau menyalahkan atas nama keluarga sebelah pihak ?
Suami tak tau tanggung jawab nya sebagai seorang suami.
Sedangkan si istri pula tak tau tugas nya sebagai istri.
Jika sudah mempunyai anak , maka anak anak lah yang menjadi sasaran. Anak anak menjadi mangsa dari kelakuan ibu dan bapak nya. Bahkan terkadang dengan lahir nya anak , malah itu yang jadi permasalahan. Apakah anak minta di lahirkan ?
Jika bukan karena ulah ibu bapak , maka tidak akan pernah ada anak yang terlahir di dunia.
Suami pula kadang asyik dengan dunia nya sendiri.bahkan kadang lupa tugas nya yang dia sudah mempunyai istri dan keluarga. Di anggap nya dia bujang lagi. Anak dan istri di biar kan terkatung katung tanpa kasih sayang, anak anak di biarkan tanpa bimbingan agama. Anak anak membesar danntumbuh tanpa kasih sayang yang sempurna.tanpa panduan dan pendidikan yang jelas. Si anak pun mencari jati diri nya sendiri, hingga tersalah jalan , mencari arah kehidupan yang di ingini sesuka hati ,membentuk pribadi yang kadang tersalah arti. Hendak harap kan ibu bapak nya , ibarat nya seperti memanggang yangnjauh dari api. Sebab orang tua nya tidak memahami apa yang di ingin kan oleh si anak. Dan orang tua juga tidak memahami apa tugas nya sebagai orang tua. Akibatnya anak menjadi mangsa keadaan, yang sama sekali tidak pernah di harap kan oleh si anak.
Yang paling parah nya, mereka tidak tau tujuan rumah tangga nya. Untuk apa menjalani pernikahan itu , untuk apa menjalani kehidupan bersama ?
Sehingga lupa bahwa bahwa ikatan pernikahan itu suci dari segi agama. Yang menjadikan nya suci , senab adanya syarat dalam pernikahan itu sendiri. Agama memberikan garis panduan dan syarat untuk menikah. Agar Agama dan pribadi yang menikah dapat terpelihara.
Jadi agama itu penting , agama bisa membimbing bagaimana dan kemana arah tujuan keluarga dan pribadi itu sendiri. Letak kan agama dalam memelihara anggota keluarga. Dalam berbagai masalah ingat agama dan ALLAH , sehingga terpelihara juga dalam hal hal kebaikan dalam rumah tangga.
~ Salam santun dari keluarga ~
Kamis, 19 Maret 2015
CerPen : Tentang Aku
Bissmilahirokhmannirrokhiim.
Mungkin ada yang bertanya kenapa aku selalu membuat judul CerPen Tentang Aku , karena aku lebih suka menulis tentang diriku dan sekitar ku. Itu lebih nyata.
Berbanding aku harus menipu dengan andaian cerita yang aku sendiri tidak tau dan tidak faham tentang cerita nya. Dan juga suatu penipuan , jika aku menulis tentang hal yang tidak aku ketahui kebenaran nya.
Aku bangga bukan berarti sombong
Aku bangga dengan diri ku , Tuhan telah menciptakan aku dengan sempurna, lengkap anggota tubuh badan , dan aku juga di jadikan maklhuk ciptaan nya yang lebih sempurna di bandingkan dari orang lain . aku menjadi wanita yang punya suami , di mana wanita lain ada yang belum menemukan jodoh nya. Aku bangga di jadikan istri oleh suami ku.
Aku bangga bukan berarti aku sombong ,,
Aku bangga karena aku wanita yang di ciptakan oleh TUHAN ku , menjadi wanita yang bisa melahir kan 3 cahaya mata dari rahim ku. Dan TUHAN menjadikan aku lebih sempurna , karena aku melahirkan normal tanpa oprasi..
Di mana ada wanita lain yang teringin sangat mempunyai anak , bahkan sampai usia senja , mereka tak di ber satu peluang pun untuk memiliki cahaya mata dari hasil perkahwinan mereka.
Aku bangga bukan berarti aku sombong ,,
Aku bangga dengan keadaan ku , karena aku jadi seorang istri , aku jadi seorang ibu , dan di waktu lain aku juga masih bisa bekerja semampu ku.
Di mana wanita lain yang hanya duduk terperap dirumah, di sebuah kampung kecil , dengan keadaan mereka yang kekurangan , aku masih di beri kesempatan untuk mengengali situasi luar yang sangat indah , masih bisa menikmati dari hasil kerja ,
Aku bangga bukan berarti aku sombong,,
Aku bangga walau dengan kehidupan ku yang serba sederhana , tapi TUHAN selalu mencukupi kebutuhan kami ,Tuhan selalu memberi ku kebahagiaan , di mana ada wanita yang tercukupi kebutuhan nya dengan mewah , tapi mereka menderita batin dengan tingkah suami nya yang jarang pulang , jarang memberikan nafkah lahir maupun batin, mereka di bebani dengan berbagai perasaan yang kadang mereka sampai tak tau hendak menuntut kepada siapa.
Aku bangga dengan apa ada nya aku, aku bangga dengan keluarga ku. Dan aku juga bangga , bisa menjadi sebagian hidup mu , karena kalian telah menjadikan aku sebagai sahabat mu.
😊 Salam santun dari ku 😊
Mungkin ada yang bertanya kenapa aku selalu membuat judul CerPen Tentang Aku , karena aku lebih suka menulis tentang diriku dan sekitar ku. Itu lebih nyata.
Berbanding aku harus menipu dengan andaian cerita yang aku sendiri tidak tau dan tidak faham tentang cerita nya. Dan juga suatu penipuan , jika aku menulis tentang hal yang tidak aku ketahui kebenaran nya.
Aku bangga bukan berarti sombong
Aku bangga dengan diri ku , Tuhan telah menciptakan aku dengan sempurna, lengkap anggota tubuh badan , dan aku juga di jadikan maklhuk ciptaan nya yang lebih sempurna di bandingkan dari orang lain . aku menjadi wanita yang punya suami , di mana wanita lain ada yang belum menemukan jodoh nya. Aku bangga di jadikan istri oleh suami ku.
Aku bangga bukan berarti aku sombong ,,
Aku bangga karena aku wanita yang di ciptakan oleh TUHAN ku , menjadi wanita yang bisa melahir kan 3 cahaya mata dari rahim ku. Dan TUHAN menjadikan aku lebih sempurna , karena aku melahirkan normal tanpa oprasi..
Di mana ada wanita lain yang teringin sangat mempunyai anak , bahkan sampai usia senja , mereka tak di ber satu peluang pun untuk memiliki cahaya mata dari hasil perkahwinan mereka.
Aku bangga bukan berarti aku sombong ,,
Aku bangga dengan keadaan ku , karena aku jadi seorang istri , aku jadi seorang ibu , dan di waktu lain aku juga masih bisa bekerja semampu ku.
Di mana wanita lain yang hanya duduk terperap dirumah, di sebuah kampung kecil , dengan keadaan mereka yang kekurangan , aku masih di beri kesempatan untuk mengengali situasi luar yang sangat indah , masih bisa menikmati dari hasil kerja ,
Aku bangga bukan berarti aku sombong,,
Aku bangga walau dengan kehidupan ku yang serba sederhana , tapi TUHAN selalu mencukupi kebutuhan kami ,Tuhan selalu memberi ku kebahagiaan , di mana ada wanita yang tercukupi kebutuhan nya dengan mewah , tapi mereka menderita batin dengan tingkah suami nya yang jarang pulang , jarang memberikan nafkah lahir maupun batin, mereka di bebani dengan berbagai perasaan yang kadang mereka sampai tak tau hendak menuntut kepada siapa.
Aku bangga dengan apa ada nya aku, aku bangga dengan keluarga ku. Dan aku juga bangga , bisa menjadi sebagian hidup mu , karena kalian telah menjadikan aku sebagai sahabat mu.
😊 Salam santun dari ku 😊
Rabu, 18 Maret 2015
CerPen tentang Aku .
Saat aku masih aktif kerja , terasa badan ku lemah , lemas , dan rasa mual. Saat itu suami lagi jauh, dan tak ada tempat untuk aku mengeluhkan kepayahan ku. Hanya lewat sms dan telpon aku bisa bercerita , tentang apa dan bagaimana keadaan ku saat itu.
Suami menyuruh untuk cek up dokter, tapi aku menolak dengan alasan , ingin di temani, dan aku takut dengan penyakit ku. Aku belum siap jika nanti dokter memutus kan aku menderita satu jenis penyakit. Akhir nya suami memutus kan untuk segera datang, hanya dengan satu keputusan yang sangat berarti buat aku, yaitu menemani aku jumpa dokter.
Padahal jarak yang di tempuh bukan dekat, ongkos yang di perlukan bukan sedikit, suami di sebuah kampung di Bojonegoro , dan aku saat itu jadi pekerja di Malaysia. Karena waktu itu , suami ambil cuti untuk balek kampung. Sungguh pengorbanan yang luar biasa untuk sebuah cinta, dan aku sangat menghargainya.
Dalam tempo satu minggu seperti yang di janjikan , akhir nya suami tiba, dengan membawa 1000 kecemasan yang ada di hati dan fikiran nya , aku langsung di bawa ke dokter. Dokter memutus kan itu penyakit luar biasa.
Terkepil kepil aku masih tak faham apa maksud dokter Munirah . Ternyata penyakit luar biasa, penyakit yang lumrah dan sangat ISTEMEWA bagi semua wanita, yaitu aku hamil...akupun kaget fan bertanya lagi, "saya hamil dokter ?"
Entah sengaja atau tidak ,karena gembira Suami langsung mencium kening ku di depan dokter Munirah. Aku malu , tapi dokter kata , tak apa, itu tanda ungkapan sayang suami dan rasa gembira nya karena di karunia kan titipan seorang anak lagi...
Yang merasa aneh nya adalah aku...
Setelah 11 tahun sejak kelahiran putra ke dua ku, kenapa aku bisa tidak tau yang aku hamil. Kenapa aku tidak tau dengan kondisi ku. Sebab mengidam ku anak yang dulu tak sama dengan yang kali ini. Sungguh luar biasa nikmat yang ALLAH berikan kepada ku. Dan suami ku bertahan dengan segala kerenah ku , bersabar dengan segala kemauan ku , bersabar dengan semua emosi ku...
Jika aku mengingat nya kembali..terasa aku berdosa sungguh pada suami.
Dimana dia mau bangun jam 2 pagi , hanya untuk beli mi goreng mamak, yang akhirnya tidak aku makan, karena aku sudah mual dengan aromanya.
Di waktu suami tidur lelap , aku kejut kan jam 3 pagi, hanya karena aku teringin sangat makan burget tanpa sayur, yang akhir nya tak aku makan , karena aku geli dengan sos nya,,, ya ALLAH,,ampuni hamba yang telah menyusahkan suami..
Dan aku masih ingat,,, aku teringin sangat makan nasi tiwul , sayur nangka,,,
Suami ku pening di buat nya,,kemana harus beli tepung gaplek kalo di permatang pauh....suami ku bilang ,, aku terlalu mengada ada. Dan dia hampir emosi waktu itu. Dengan emosi nya juga suami pergi , entah kemana tujuan nya,,tapi tak berapa lama , suami datang dengan membawa singkong. Tanpa banyak bicara , di kupas , di cuci, dan di iris tipis seperti mau buat kripik.
Saat ini aku yang naik emosi, aku bilang mau tiwul, bukan kripik...
Dan tanpa sadar aku sudah menangis,,terasa sakit sangat dalam hati,entah apa penyebabnya..mungkin aku tak dapat apa yang aku mau, dan sementara itu suami tak mau menjelaskan apa yang mau di buat nya.
Ternyata waktu aku lihat dari tingkap kamar atas,,, singkong yang di iris tipis tadi di jemur satu satu, dan dalam waktu setengah hari bisa kering. Terus di blender nya, di ayak , dan dari situ lah akhir nya aku bisa mendapat kan tepung gaplek/tepung singkong untuk bikin nasi tiwul. Dan akhir nya ngidam nasi tiwul sayur nangka bisa terpenuhi. Terima kasih suami ku...
Dan waktu terus berlalu, masih dengan segala kerenah aneh yang lain nya hingga waktu 9 bulan lebih berlalu...
Aku bercerita tentang masa kehamilan ku dulu.
Semoga para istri bisa lebih bersabar dengan kemauan yang belum terpenuhi. Dan pesan untuk para suami semoga lebih bersabar dalam menghadapi kerenah istri. Karena penyakit mengidam itu memang penyakitpenyakit yang luar biasa nikmat nya. Dan sungguh mulia hati insan yang bernama suami,,yang mampu menjaga istri yang sedang mengandungkan zuriat nya..
Terima kasih bapak,,,yang duluntelah menjaga emak waktu mengandungkan kami
Terima kasih suami ku,, karena telah tulus dan ikhlas menjaga ku,,
Tulisan ini semoga kelak di baca anak anak ku.. Agar mereka tau betapa kami menyayangi mereka mulai dari alam perut lagi....
Permatang janggus - Permatang Pauh
Kamis ,19 - 03 - 2015
Love you my familly
Suami menyuruh untuk cek up dokter, tapi aku menolak dengan alasan , ingin di temani, dan aku takut dengan penyakit ku. Aku belum siap jika nanti dokter memutus kan aku menderita satu jenis penyakit. Akhir nya suami memutus kan untuk segera datang, hanya dengan satu keputusan yang sangat berarti buat aku, yaitu menemani aku jumpa dokter.
Padahal jarak yang di tempuh bukan dekat, ongkos yang di perlukan bukan sedikit, suami di sebuah kampung di Bojonegoro , dan aku saat itu jadi pekerja di Malaysia. Karena waktu itu , suami ambil cuti untuk balek kampung. Sungguh pengorbanan yang luar biasa untuk sebuah cinta, dan aku sangat menghargainya.
Dalam tempo satu minggu seperti yang di janjikan , akhir nya suami tiba, dengan membawa 1000 kecemasan yang ada di hati dan fikiran nya , aku langsung di bawa ke dokter. Dokter memutus kan itu penyakit luar biasa.
Terkepil kepil aku masih tak faham apa maksud dokter Munirah . Ternyata penyakit luar biasa, penyakit yang lumrah dan sangat ISTEMEWA bagi semua wanita, yaitu aku hamil...akupun kaget fan bertanya lagi, "saya hamil dokter ?"
Entah sengaja atau tidak ,karena gembira Suami langsung mencium kening ku di depan dokter Munirah. Aku malu , tapi dokter kata , tak apa, itu tanda ungkapan sayang suami dan rasa gembira nya karena di karunia kan titipan seorang anak lagi...
Yang merasa aneh nya adalah aku...
Setelah 11 tahun sejak kelahiran putra ke dua ku, kenapa aku bisa tidak tau yang aku hamil. Kenapa aku tidak tau dengan kondisi ku. Sebab mengidam ku anak yang dulu tak sama dengan yang kali ini. Sungguh luar biasa nikmat yang ALLAH berikan kepada ku. Dan suami ku bertahan dengan segala kerenah ku , bersabar dengan segala kemauan ku , bersabar dengan semua emosi ku...
Jika aku mengingat nya kembali..terasa aku berdosa sungguh pada suami.
Dimana dia mau bangun jam 2 pagi , hanya untuk beli mi goreng mamak, yang akhirnya tidak aku makan, karena aku sudah mual dengan aromanya.
Di waktu suami tidur lelap , aku kejut kan jam 3 pagi, hanya karena aku teringin sangat makan burget tanpa sayur, yang akhir nya tak aku makan , karena aku geli dengan sos nya,,, ya ALLAH,,ampuni hamba yang telah menyusahkan suami..
Dan aku masih ingat,,, aku teringin sangat makan nasi tiwul , sayur nangka,,,
Suami ku pening di buat nya,,kemana harus beli tepung gaplek kalo di permatang pauh....suami ku bilang ,, aku terlalu mengada ada. Dan dia hampir emosi waktu itu. Dengan emosi nya juga suami pergi , entah kemana tujuan nya,,tapi tak berapa lama , suami datang dengan membawa singkong. Tanpa banyak bicara , di kupas , di cuci, dan di iris tipis seperti mau buat kripik.
Saat ini aku yang naik emosi, aku bilang mau tiwul, bukan kripik...
Dan tanpa sadar aku sudah menangis,,terasa sakit sangat dalam hati,entah apa penyebabnya..mungkin aku tak dapat apa yang aku mau, dan sementara itu suami tak mau menjelaskan apa yang mau di buat nya.
Ternyata waktu aku lihat dari tingkap kamar atas,,, singkong yang di iris tipis tadi di jemur satu satu, dan dalam waktu setengah hari bisa kering. Terus di blender nya, di ayak , dan dari situ lah akhir nya aku bisa mendapat kan tepung gaplek/tepung singkong untuk bikin nasi tiwul. Dan akhir nya ngidam nasi tiwul sayur nangka bisa terpenuhi. Terima kasih suami ku...
Dan waktu terus berlalu, masih dengan segala kerenah aneh yang lain nya hingga waktu 9 bulan lebih berlalu...
Aku bercerita tentang masa kehamilan ku dulu.
Semoga para istri bisa lebih bersabar dengan kemauan yang belum terpenuhi. Dan pesan untuk para suami semoga lebih bersabar dalam menghadapi kerenah istri. Karena penyakit mengidam itu memang penyakitpenyakit yang luar biasa nikmat nya. Dan sungguh mulia hati insan yang bernama suami,,yang mampu menjaga istri yang sedang mengandungkan zuriat nya..
Terima kasih bapak,,,yang duluntelah menjaga emak waktu mengandungkan kami
Terima kasih suami ku,, karena telah tulus dan ikhlas menjaga ku,,
Tulisan ini semoga kelak di baca anak anak ku.. Agar mereka tau betapa kami menyayangi mereka mulai dari alam perut lagi....
Permatang janggus - Permatang Pauh
Kamis ,19 - 03 - 2015
Love you my familly
Langganan:
Postingan (Atom)
